
Hari ulang tahunnya ke 17. Sangat ku ingat. Karena inilah pertama kalinya aku menjadi seorag cowo yang romantis. Sudah 1 minggu aku tidak bertegur sapa dengannya, padahal status kami masih berpacaran. Ku akui, dulu aku adalah seorang cowo egois, merasa di pentingin oleh pasanganku. Sampai, tak heran jika seorang Sahat berganti-ganti pacar. Namun, tak pernah ku duga kalau kisah cinta ini yang membuatku menangis menahan rasa sakit akibat ulahku sendiri yang selalu tidak memperdulikannya. Ku abiskan waktu bersama geng ku. Bahkan, ke Gereja pun tak pernah ku iyakan jika dia mengajakku ke Gereja. Mungkin sudah suratan, “Cewe baik itu hanya untuk cowo yang baik juga”. Tanggal 28 Agustus 2010. Ku sms dia, namun dia tidak pernah membalas sms ku. Ku telvon, tak pernah diangkatnya. Terlintas dipikir…anku hadiah apa yang patut diberikan untuknya. Awalnya ku rasa konyol, namun ku memberankan diri. Ku minta kunci kamar kostnya dari Ibu pemilik kost. Ku sulap kamar yang biasa menjadi kamar yang penuh dengan balon ulang tahun dan balon love. Ku taburi tempat tidurnya dengan mawar dan ku taruh sebuah boneka bear yang besar di atas tempat tidurnya serta kue ulang tahun yang besar dengan lilin bernomor 17 di atasnya. Ku tuliskan di sebuah kertas, harapan dan permohonanku di umurnya ke 17 ini. Lalu ku tulis di kertas selembar lagi, permohonan maafku karena telah ku sakiti dirinya :
Happy Birthday ya Sayang …
Aku tidak tahu apakah masih pantas memanggilmu sayang …
Yang pasti aku mau ngucapin ..
Semoga panjang umur dan sehat selalu …
Semoga di umur yang ke 17 ini, kamu semakin dewasa dalam menjalani hidup …
Aku sengaja ga nyalain lilinnya, karena aku tahu kamu pasti tak ingin melihat wajahku lagi..
Aku beliin boneka bear itu, supaya dia bisa jaga kamu ..
Jika suatu saat nanti kamu mutusin aku ..
Akhirnya hubungan ku dan dia berakhir juga. Namun ku bisa memetik pelajaran bahwa aku bisa menjadi cowo romantis juga, walau dalam keadaan tersesak.
By : Sahat Parsaulian Sinurat